Etika (ethiq bermakna sektunpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) nilai rnengenai benar dan salah tentang hak clan kewajiban yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat. Sedangkan TIK dalam konteks yang lebih luas, merangktuni semua aspek yang berhubungan dengan mesin (komputer clan telekomunikas~ clan teknik yang digunakan ~tuk menangkap (mengumpul),
menyimpan, memanipulasi, menghantar clan menampilkan suatu bentukinformasi.
Etika Penggunaan Teknologi Informasi daD Komunikasi dalam Pendidikan
Sistem Pendukung Keputusan
Landasan Teori Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah bagian dari Sistem Informasi berbasis kompter, termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau sebuah perusahaan. Teori umum yang mendasari Decision Support Systems (DSS) : • Herbert A. Simon Menggunakan konsep keputusan terprogram dan tidak terprogram dengan phase pengambilan keputusan yang merefleksikan terhadap pemikisan Decision Support Systems (DSS) saat ini. • G Anthony Gory dan Michael S Scott Morton Menggunakan tahapan dalam pengambilan keputusan dengan membedakan antara struktur masalah dan tingkat keamanan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah baik yang bersifat terstuktur, tidak terstuktur, maupun semi-terstuktur. Ada beberapa jenis keputusan berdasarkan sifat dan jenisnya, menurut Herbet A. Simon : 1. Keputusan Terprogram Yaitu Keputusan yang bersifat berulang dan rutin, sedemikian sehingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya. 2. Keputusan Tak Terprogram Yaitu keputusn yang bersifat baru, tidak terstruktur dan jarang konsekuen. Tidak ada metode yang pasti untuk menangani masalah tersebut. Dalam mengambil keputusan dibutuhkan adanya beberapa tahapan menurut Herbet A. Simon tahapan dalam Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) terdapat empat tahap diantaranya :
sistem informasi
Beberapa Tips Untuk Mendapatkan Kecepatan Optimal
With Table1 do
if not Active then Open;Insert into customer (nik,...) values ('0001' ... ...)Table1.Append;
Table.FieldByName(’nik’).AsString := ‘0001′;SQL.Text := 'insert into ... bla... bla...'Output Program
- Jika dataset sudah tersedia maka jangan pilih report dengan koneksi langsung ke database seperti crytal report tapi pilih reporting tool yang bisa ambil data dari dataset yang sudah terisi pada form.
- Jika dataset tidak tersedia (biasanya kita masukkan dalam menu laporan input parameter laporan), baru menggunakan report yang akan mengquery data
- Jika ingin mengeluarkan output ke office document seperti excel, jangan gunakan OleContainer tapi gunakan excel report tool (banyak VCL yang free). OleContainer akan meminta program handle dokumen yang dihasilkan. Ini salah satu (diagnosa saya) yang menyebabkan kadang terasa sangat lambat untuk pasing data. Lain dengan Excel Report yang hanya open excel dan create dokumen, lempar data.
- Jika ada penghitungan, sorting, dan gruping, pilihlah option untuk hitung di server, tentunya saya memakai asumsi bahwa computer server memang di sediakan untuk operasi data dengan cepat dan handal.
- Untuk laporan yang menggunakan image (misal foto) yang tersimpan. Batasi ukuran file saat penyimpanan saja. Sehingga saat laporan tidak memberatkan.
- Pilih print langsung ke printer jika memang tidak memerluka print via jaringan.
- Gunakan Thread untuk open koneksi dataset untuk dataset yang aman. Thread memungkinan membuka dataset secara bersamaan dalam satu waktu. Jadi tidak sekuensial. Akan tetapi, ini akan menjadi ‘petaka’ manakala kita tidak hati2 dengan mengecek status opennya saat akan menggunakan. karena meski dataset belum open, form sudah bisa di lihat user.
Browse Data dan UI
- Gunakan shortcut
- Pemakaian tombol2 yang tepat. Jangan meminta user untuk menekan/klik tombol jika memang transaksi bisa dilakukan tanpa melakukannya. Contoh tombol Add/Edit
- Minimalisasi browse data dengan jumlah besar. Lebih cepat validasi data setelah user input. Browse data hanya digunakan untuk pencarian jika user memang tidak memegang data transaksi secara jelas(masih perlu proses pencarian).
- Jika memerlukan browse data, usahakan untuk meminimalisi query dengan minta bantuan user menginput sebagian data. (gunakan ‘ilike’)
- Efisiensikan pemakaian variable pada coding, karena semakin tidak efisien semakin memeberatkan memory. Juga perhatikan coding kita, jangan terburu2 membuat looping yang memerlukan variable jika sebenarnya tidak perlu.
- Jangan terlalu banyak memakai komponen yang bermacam-macam dari VCL yang berbeda-beda. Ingat semakin banyak unit (kita deklarasikan dengan frasa Uses) akan semakin membuat ukuran file kita besar dan aka mengurangi performance. Misal, klo sudah pakai Developer Express, maka untuk grid, editor2 nya usahakan sama saja. Kecuali memang ada tujuan betul2 khusus. Jika Anda mengganti komponen (menghapusnya dan menggantikan dengan lainnya), usahakan untuk cek di Uses jangan sampai unit2nya masih tertempel terus pada form Anda.
- Jika Anda menggunakan Skin (seperti SuiSki / Dynamic Skin Form) untuk mempercantik tampilan, sertakan file skin dengan exe. Lebih baik tidak di buat built in. ini menghindari ukuran aplikasi yang membengkak. Jangan lupa untuk men-skin form hanya untuk form itu saja.
Pengertian Data dan Informasi
Data merupakan salah satu hal utama yang dikaji dalam masalah TIK. Penggunaan dan pemanfaatan data sudah mencakup banyak aspek. Berikut adalah pembahasan definisi data berdasarkan berbagai sumber.
Data menggambarkan sebuah representasi fakta yang tersusun secara terstruktur, dengan kata lain bahwa “Generally, data represent a structured codification of single primary entities, as well as of transactions involving two or more primary entities .” (Vercellis, 2009: 6). Selain deskripsi dari sebuah fakta, data dapat pula merepresentasikan suatu objek sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa “Data adalah nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event) “
Dengan demikian dapat dijelaskan kembali bahwa data merupakan suatu objek, kejadian, atau fakta yang terdokumentasikan dengan memiliki kodifikasi terstruktur untuk suatu atau beberapa entitas.
Informasi
Informasi merupakan sesuatu yang dihasilkan dari pengolahan data. Data yang sudah ada dikemas dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi yang berguna. Berikut adalah definisi informasi berdasarkan berbagai sumber.
Informasi merupakan suatu hasil dari pemrosesan data menjadi sesuatu yang bermakna bagi yang menerimanya, sebagaimana dikemukakan oleh Vercellis (2009: 7) “Information is the outcome of extraction and processing activities carried out on data, and it appears meaningful for those who receive it in a specific domain .” Selain merupakan hasil dari pengolahan data, informasi juga menggambarkan sebuah kejadian, sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa “Informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) dengan lebih berguna dan lebih berarti “.
Dengan demikian informasi dapat dijelaskan kembali sebagai sesuatu yang dihasilkan dari pengolahan data menjadi lebih mudah dimengerti dan bermakna yang menggambarkan suatu kejadian dan fakta yang ada.
Knowledge (Pengetahuan)
Dalam menjalankan aktivitasnya, manusia selalu menggunakan pengetahuan. Dengan pengetahuan manusia dapat menentukan langkah terbaik apa saja yang harus dilakukan dalam menentukan suatu keputusan. Berikut adalah pembahasan definisi pengetahuan berdaskan berbagai sumber.
Pengetahuan sebenarnya merupakan sebuah informasi juga yang merupakan hasil dari pengolahan data. Vercellis (2009: 7) memandang bahwa suatu informasi dikatakan pengetahuan jika dapat digunakan dalam pengambilan keputusan sebagaimana dikemukakan bahwa :
Information is transformed into knowledge when it is used to make decisions and develop the corresponding actions. Therefore, we can think of knowledge as consisting of information put to work into a specific domain, enhanced by the experience and competence of decision makers in tackling and solving complex problems .
Dalam kutipan tersebut di atas juga disebutkan bahwa selain informasi, hal yang dibutuhkan dalam sebuah pengetahuan adalah pengalaman dan kompetensi dari seorang pemegang keputusan. Sejalan dengan hal tersebut, Hendrik (2003: 1) mengemukakan bahwa “pengetahuan adalah data dan informasi yang digabung dengan kemampuan, intuisi, pengalaman, gagasan, motivasi dari sumber yang kompeten “.
Dengan demikian pengetahuan dapat dijelaskan kembali sebagai kumpulan dari data dan informasi yang bertemu dengan kompetensi dan pengalaman seseorang untuk menindaklanjuti data dan informasi yang ada sehingga dapat dikembangkan untuk pengambilan suatu keputusan. Tidak seperti informasi yang hanya bersifat memberi tahu, pengetahuan harus mampu digunakan untuk proses pengambilan keputusan.
Sistem
Sebelum kita menyimpulkan mengenai apa itu sistem, berikut adalah definisi sistem dari berbagai sumber. Suatu hal dikatakan sebuah sistem ketika di dalamnya terdapat banyak komponen yang berhubungan untuk mencapai suatu tujuan, sebagaimana dikemukakan oleh Wawan dan Munir (2006: 1) bahwa :
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari beberapa prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Pengertian lain dari sistem adalah kumpulan beberapa elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
Selain dari yang dijelaskan di atas, komponen-komponen yang ada pada suatu sistem juga saling bergantung satu dengan yang lain, serta komponen-komponen tersebut terlihat sebagai satu kesatuan yang utuh dan memiliki kestabilan, seperti yang dikemukakan oleh Beynon dan Davies (2004: 49) bahwa:
A system might be defined as a coherent set of interdependent components which exists for some purpose, has some stability, and can be usefully viewed as a whole. Systems are generally portrayed in terms of an input–process–output model existing within a given environment
Berdasarkan hal tersebut di atas, sistem dapat pula dilihat merupakan suatu alur inpu-proses-output dalam suatu lingkungan tertentu. Dengan demikian dapat dijelaskan kembali bahwa sistem merupakan suatu kesatuan menyeluruh yang didalamnya terdapat prosedur dan komponen yang saling berhubungan dan saling bergantung dalam suatu jaringan kerja untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sebuah sistem dapat juga dikatakan suatu kesatuan yang memiliki stabilitas untuk menerima input lalu memprosesnya dan akhirnya menghasilkan suatu output.
Macam – Macam Kabel Jaringan (LAN)
Local Area Network menggunakan empat tipe kabel :
- Coaxial
- Unshielded Twisted Pair (UTP)
- Shielded Twisted Pair (STP)
- Fiber Optik
- sebuah konduktor tembaga
- lapisan pembungkus dengan sebuah “kawat ground”.
- sebuah lapisan paling luar
Protokol Ethernet LAN yang dikembangkan menggunakan kabel coaxial:
- adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8.
- merupakan kabel “original” Ethernet.
- tidak digunakan lagi untuk LAN modern.
- adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58.
- mempunyai diameter yang lebih kecil dari “Thicknet”.
- menggantikan “Thicknet”.
- tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.
Kategori | Performansi (MHz) | Penggunaan |
Cat 1 | 1 | Voice, Mainframe, Dumb Terminal |
Cat 2 | 4 | 4 MB Token Ring |
Cat 3 | 10 | 10MB Ethernet |
Cat 4 | 20 | 16 MB Token Ring |
Cat 5 | 100 | 100 MB Ethernet |
Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :
- Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
- Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.
- Harganya cukup mahal.
Kabel Fiber Optik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :
- Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik).
- Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 sampai lebih dari 60 kilometer).
- Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.
Jaringan Tanpa Kabel ( WIRELESS )
Jaringan tanpa kabel sebenarnya tidak sesulit sistem cable network bahkan lebih mudah. Sistem jaringan WIFI atau Wireless tidak memerlukan penghubung cable network antar computer. Bila jenis coax atau UTP cable memerlukan kabel sebagai media tranfer, dengan Wireless network hanya dibutuhkan ruang atau space dimana jarak jangkau network dibatasi kekuatan pancaran signal radio dari masing masing computer.Keuntungan dari sistem WIFI , pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarang jangkauan dari satu titik pemancar WIFI. Untuk jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru, terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ada 2 cara menghubungkan antar PC dengan sistem Wireless yaitu Adhoc dimana 1 PC terhubung dengan 1 PC dengan saling terhubung berdasarkan nama SSID (Service Set IDentifier). SSID sendiri tidak lain nama sebuah computer yang memiliki card, USB atau perangkat wireless dan masing masing perangkat harus diberikan sebuah nama tersendiri sebagai identitas.
Kedua jaringan paling umum dan lebih mudah saat ini dengan sistem Access point dengan bentuk PCI card atau sebuah unit hardware yang memiliki fungsi Access point untuk melakukan broadcast ke beberapa computer client pada jarak radius tertentu.




